Pertemuan Koordinasi Perbenihan Tanaman Perkebunan

Pertemuan Koordinasi Perbenihan Tanaman Perkebunan

Pertemuan Koordinasi Perbenihan Tanaman Perkebunan dilaksanakan di Aula UPT Diklat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dari tanggal 17 sampai 18 Oktober 2019.  Pertemuan dihadiri oleh peserta/nara sumber yang berasal dari Kementerian Pertanian (Ditjenbun), Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi perkebunan, dan Tenaga Kontrak Pendamping. 

  

Tujuan diselenggarakan pertemuan ini adalah Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap peraturan perbenihan yang berlaku; Untuk menyamakan persepsi tentang penerapan peraturan perbenihan dalam penyelenggaraan kegiatan sertifikasi dan pengawasan; Menjadi sarana Koordinasi dan pemecahan masalah dalam membangun system perbenihan yang menuju kemandirian benih; serta tercapai komitmen para pelaksana kelembagaan perbenihan dalam mendukung penyediaan benih unggul dan bermutu.

 

Pertemuan koordinasi perbenihan dibuka langsung oleh Kepala UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan, Bapak Ir. Dahli Mahasuri, MM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “bahwa benih unggul bermutu merupakan faktor kunci keberhasilan perkebunan, karena Tanaman Perkebunan merupakan tanaman tahunan, maka salah menggunakan benih sejak awal tanam maka berdampak kerugian yang tidak sedikit pada 3 atau 4 tahun kedepan. Dalam rangka penyiapan benih untuk masyarakat, Pemerintah telah merancang pola pengembangan benih melalui kerjasama antara UPT Pusat Ditjen Perkebunan dengan institusi UPTD produksi benih perkebunan atau kelembagaan produksi benih di daerah. Dengan memberdayakan kelembagaan petani produsen benih perkebunan”

   

Untuk mencapai keberhasilan peredaran benih unggul bermutu sejak dari proses produksi sampai dengan di petani, UPTD di setiap provinsi akan diperkuat perangkatnya baik dari jumlah dan kompetensi Pengawas Benih Tanaman maupun perangkat sarana pengujian mutu benih seperti pengutuhan laboratorium.

Kedepan, UPTD yang menangani produksi benih akan sangat berperan untuk menghasilkan benih unggul bermutu di setiap Provinsi, dan jika hal ini telah terlaksana maka kemandirian benih yang menjadi cita-cita perbenihan dapat kita capai. Untuk itu sudah saatnya UPT produksi benih dilengkapi dengan SDM yang berkompeten dalam memproduksi benih sejak dari benih hingga menjadi benih siap salur ke petani.

 

   

 


Print   Email